sariawan

obat sariawan

Pengertian Sariawan

Penyakit Sariawan

 

Seriawan pada bibir bagian bawah.

Seriawan (disebut pula sariawan) atau stomatitis aphtosa adalah suatu kelainan pada selaput lendir mulut berupa luka pada mulut yang berbentuk bercak berwarna putih kekuningan dengan permukaan agak cekung. Munculnya Seriawan ini disertai rasa sakit yang tinggi.

Seriawan merupakan penyakit kelainan mulut yang paling sering ditemukan. Sekitar 10% dari populasi menderita dari penyakit ini, dan wanita lebih mudah terserang daripada pria.

Ada beberapa faktor penyebab yang diduga menjadi penyebab munculnya seriawan, seperti luka tergigit, mengkonsumsi makanan atau minuman panas, alergi, kekurangan vitamin C dan zat besi, kelainan pencernaan, kebersihan mulut tidak terjaga, faktor psikologi, dan kondisi tubuh yang tidak fit.

Seriawan di tempat yang sama selama dua minggu hingga satu bulan dapat dijadikan indikasi adanya kanker rongga mulut.

Stomatitis Aphtous/Ulcer bukan hanya disebabkan karena kekurangan Vitamin C, namun sebaliknya SA dikenal disebabkan oleh alergi citrus atau alergi makanan yang mengandung asam, kondisi imun yang lemah, obat-obatan tertentu, trauma fisik (ataupun penggunaan gigi palsu baru), dsb.

Penyakit kekurangan vitamin C sendiri adalah Scurvy atau kegagalan proses sintesis kolagen yang ditandai dengan gusi mudah berdarah, pendarahan kulit (purpura) dsb.

(Sumber : Wikipedia)

Sariawan (seriawan) merupakan salah satu keluhan pada mulut yang umum terjadi Indonesia. Sariawan yang sering kita alami tidaklah sama dengan “scurvy. Dan sariawan juga bukan merubah prekursor (gejala yang mendahului) dari scurvy. Karena scurvy pada zaman sekarang sudah sangat jarang terjadi di dunia.

Apa itu scurvy ?

Scurvy dahulu terjadi ketika orang-orang Eropa berlayar selama berbulan-bulan lamanya untuk berpetualang dan mengambil rempah-rempah yang sangat berlimpah di Asia. Karena berada di atas lautan selama berbulan-bulan, maka para awak kapal tidak bisa mengkonsumsi sayur dan buah. Akibatnya tubuh mereka kehabisan total vitamin C. Padahal kita tahu vitamin C ini sangat dibutuhkan oleh seluruh sel-sel hidup agar dapat berfungsi dengan baik. Makanya timbullah luka-luka pada berbagai tempat, misalnya pada mulu, gusi, dan lidah. Tak hanya itu, selaput lendir mata, usus, hidung, serta kulit juga menunjukkan gejala yang sama.

Melihat keadaan demikian, seorang dokter kapal Inggris, James Lind (1747) berusaha meniliti kenapa keadaan demikian bisa terjadi. Lantas ia mengadakan percobaan di atas kapal tersebut dengan memberi makan separuh dari awak kapal dengan 2 jeruk orange dan sebuah lemon setiap hari. Ternyata kelompok yang diberi makan jeruk ini tidak terserang scurvy, sementara yang tidak diberi buah mengalami sakit. Kemudian ia menyimpulkan bahwa kekurangan vitamin C-lah penyebabnya.

Dan sekarang, kondisi seperti di kapal tersebut hampir-hampir tidak pernah terjadi lagi. Namun, masyarakat tetap makan vitamin C (kadang-kadang dosis tinggi) untuk mengobati atau mencegah sariawan. Padahal, tidak terdapat bukti ilmiah bahwa sariawan (biasa) dapat disembuhkan oleh vitamin C. Walau memang benar, vitamin C sangat diperlukan oleh tubuh kita. Dan alam telah menyediakannya secara berlimpah dalam tomat, jeruk, paprika, cabai, serta berbagai jenis buah dan sayuran dengan kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Dan biasanya sariawan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari bila makanan yang merangsang seperti cabai, cuka, dan yang bersifat asam dihindari untuk sementara.

Dan sebaliknya, ada kecurigaan bahwa vitamin C dosis tinggi (terutama yang dilumatkan dalam mulut) dan makanan yang pedas serta asam merupakan penyebab bahkan memperpanjang sariawan. Banyak laporan yang menyatakan orang-orang yang memakan jeruk asam dari Australia (yang banyak di jual di Indonesia), biasanya langsung terserang sariawan. Dan bila dilakukan challenge test (diberi lagi) sariawan akan timbul lagi.

Namun ada faktor-faktor lain yang bisa menyebabkan sariawan, diantaranya adalah gigi geraham yang runcing karena patah atau karsinoma.

Dipasaran sekarang tersedia berbagai macam obat untuk mengurangi rasa sakit akibat sariawan. Ada yang berbentuk sirup maupun salep oles. Pilihan kembali kepada Anda, mau menunggu beberapa hari untuk hilangnya sariawan (dengan tidak makan-makanan yang merangsang tentunya) atau membeli obat di apotek karena merasa mengganggu aktifitas sehari, itu terserah Anda.

Mengatasi Sariawan

Sariawan atau stomatitis adalah radang yang terjadi pada mukosa mulut, biasanya berupa bercak putih kekuningan. Bercak itu dapat berupa bercak tunggal maupun berkelompok. Sariawan dapat menyerang selaput lendir pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi, serta langit-langit dalam rongga mulut. Meskipun tidak tergolong berbahaya, namun sariawan sangat mengganggu.

Sariawan dapat disebabkan oleh kondisi mulut itu sendiri, seperti kebersihan mulut yang buruk, pemasangan gigi palsu, luka pada mulut karena makanan atau minuman yang terlalu panas, dan kondisi tubuh, seperti adanya alergi atau infeksi.

Sariawan identik dengan kekurangan vitamin C. Kekurangan vitamin itu memang mengakibatkan jaringan di dalam rongga mulut dan jaringan penghubung antara gusi dan gigi mudah robek yang akhirnya menyebabkan sariawan. Namun, kondisi tersebut dapat diatasi jika kita sering mengonsumsi buah dan sayuran.

Sariawan umumnya ditandai dengan rasa nyeri seperti terbakar yang terkadang menyebabkan penderita sulit untuk menelan makanan, dan bila sudah parah dapat menyebabkan demam. Gangguan sariawan dapat menyerang siapa saja, termasuk bayi yang masih berusia 6-24 bulan.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa faktor psikologis (seperti emosi dan stres) juga merupakan faktor penyebab terjadinya sariawan. Kondisi lainnya yang diduga memicu sariawan yaitu kekurangan vitamin B, vitamin C, serta zat besi; luka tergigit pada bibir atau lidah akibat susunan gigi yang tidak teratur; luka karena menyikat gigi terlalu keras atau bulu sikat gigi yang sudah mengembang; alergi terhadap suatu makanan (seperti cabai dan nanas); gangguan hormonal (seperti sebelum atau sesudah menstruasi); menurunnya kekebalan tubuh (setelah sakit atau stres yang berkepanjangan); dan adanya infeksi oleh mikroorganisme.

Sariawan dapat diredakan dengan menggunakan beberapa jenis obat, baik dalam bentuk salep (yang mengandung?antibiotika dan penghilang rasa sakit), obat tetes, maupun obat kumur. Saat ini, sudah banyak tersedia pasta gigi yang dapat mengurangi terjadinya sariawan. Jika sariawan sudah terlanjur parah, dapat digunakan antibiotika dan obat penurun panas (bila disertai dengan demam). Sariawan umumnya akan sembuh dalam waktu 4 hari. Namun, bila sariawan tidak kunjung sembuh, segera periksakan ke dokter, karena hal itu dapat menjadi gejala awal adanya kanker mulut.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya sariawan, antara lain yaitu menghindari kondisi stres; sering mengonsumsi buah dan sayuran, terutama yang mengandung vitamin B, vitamin C, dan zat besi; menjaga kesehatan atau kebersihan gigi dan mulut; serta menghindari makanan dan obat-obatan yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada rongga mulut.

Testimoni Penyakit Sariawan

Luka Sariawan, Periodontis, Kerapuhan Tulang (dr. Clifford Blumberg)

Istri saya yang bernama Judi menderita beragam luka sariawan yang sangat menyakitkan hampir setiap minggu. Karena ini termasuk dalam bidang saya, DDS, P.C., maka Judi mencari pertolongan kepada rekan-rekan kerja saya. Setiap orang menyumbangkan setiap ide pengobatannya. Saya sendiri menggunakan laser YAG padanya, tetapi hanya membantu pada skala kecil saja. Empat belas bulan sudah berlalu, dan coba tebak! Sejak minum tiga ons Jus Noni setiap pagi, ia sudah tidak mengalami luka sariawan sama sekali. Apakah istri saya merasa gembira? Tentu saja! Noni telah meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya sedemikian rupa sehingga luka sariawannya tidak kambuh lagi.Seorang pasien saya menderita periodontis yang cukup berbahaya, hal itu ditunjukkan dengan banyaknya gigi yang goyang (karena sambungan ke gusi longgar). Setelah satu bulan mengonsumsi dua ons Jus Noni di pagi hari, ia mengalami kemajuan yang signifikan, terutama pada masalah pendarahan dan gigi longgar. Ia juga mengalami perbaikan pada kondisi tulang di pergelangan tangannya yang sudanh tidak sakit lagi.

Saya sendiri pernah mengalami operasi yang sulit pada akar gigi. Baik ahli endodontis yang menangani maupun saya tahu bahwa saya akan terganggu rasa sakit yang tidak nyaman begitu sampai di rumah. Karena saya tidak suka minum obat, maka saya memutuskan untuk meneteskan sedikit Jus Noni, dan menahannya beberapa saat di dalam mulut, tepat di gigi yang sakit. Hanya dalam lima belas menit rasa sakitnya bisa hilang. Saya sebenarnya sulit untuk mempercayai apa yang baru saja terjadi, dan menduga itu mungkin gejala psikosomatis. Bagaimanapun juga, tiga minggu kemudian saya perlu melakukan operasi akar gigi lagi dan hal yang sama juga terjadi. Sejak itu saya selalu menggunakan Noni pada pasien-pasien saya sebelum operasi atau perawatan gigi yang sulit.

Saya pernah mengalami retak tulang metatarsal (telapak kaki) dan terpaksa menggunakan gips sampai ke lutut selama lima minggu. Saya menambah dosis Noni menjadi lima ons per hari. Tiga di pagi hari dan dua di sore hari. Dengan tambahan itu saya memperoleh energi melimpah dan tetap bisa melanjutkan praktek selama lima minggu tersebut. Jika seseorang menggunakan gips, biasanya anggota badan tersebut mengalami atropi (berhenti tumuh) dan harus melakukan terapi fisik selama berbulan-bulan. Dokter mengkhawatirkan terjadinya hal ini. Tetapi ketika gips dibuka, ternyata saya tidak memerluka terapi tersebut. Kondisi saya baik-baik saja dan dapat kembali normal.

Saya pribadi juga mengalami kemajuan dalam penglihatan, pendengaran, kebiasaan kencing di malam hari, arthritis (radang sendi), dan sebagainya.

**************************************************************

Konsultasi, saran, dan pemesanan produk, silakan hubungi:

Dyah (sms only): 0838-5455-2004

Dyah (call) : 031- 60332190

Dyah (Konsultasi): 0838-5455-2004

email: jusnonis@yahoo.com

YM: jusnonis

Untuk pemesanan, kami hanya melayani pembelian secara online atau datang langsung ke alamat kami di Sidoarjo, Surabaya, Jakarta, Bandung, Bogor, Malang, Probolinggo, Trenggalek, Solo, Bontang, Palembang, Balikpapan, Samarinda, Toraja, dan Ternate.

Kami tidak mempunyai informasi mengenai tempat penjualan Jus Tahitian Noni di tempat lain.

Jus Tahitian Noni tidak diperjualbelikan di toko-toko ataupun apotek.

Silakan konsultasi & pesan pada Jam Kerja :

* Senin s/d Jumat jam 08.00-16.00

* Sabtu jam 08.00-12.00

* Minggu Libur

Silakan SMS/Email kami diluar jam kerja, akan kami balas secepatnya, trims.

Untuk mendapatkan info kesehatan terbaru, silakan LIKE facebook kami di: http://www.facebook.com/TahitianNonis

**************************************************************

Cara pemesanan:

1. Pilih produk yang Anda inginkan.

2. Pemesanan dapat disampaikan melalui:

- SMS: 0838-5455-2004 (Dyah)
- Telp: 031-60332190 (Dyah)
- Email: jusnonis@yahoo.com
- Yahoo Messenger: jusnonis

3. Dengan menyertakan:

  • a. Produk Pesanan
  • b. Nama lengkap
  • c. Alamat Pengiriman
  • d. Nomer telepon yang dapat di hubungi

4. Mentransfer harga produk+biaya kirim ke bank BCA/MANDIRI/BNI/BRI kami. Silakan konfirmasi Transfer, atas nama siapa. SMS ke no: 0838 5455 2004

5. Setelah transfer kami terima, pesanan anda akan segera diproses

Terima Kasih

**************************************************************

Incoming search terms for the article:

  • Sariawan
  • gambar sariawan
  • obat untuk sariawan yg paten
Mega World News Facebook Twitter Myspace Friendfeed Technorati del.icio.us Digg Google Yahoo Buzz StumbleUpon Weekend Joy

Price: Rp488,000.00

Send Inquiry